Kamis, 24 Juli 2014

Metafor Asal



Pertama-tama, mungkin blog ini perlu diberi sentuhan post yang bukan sekadar copy-paste doang ya... Mumpung lagi bulan ramadhan dan gak ada hubungannya juga sih. ha -ha. 

Hmm.. oke.

Coba kita melamun sejenak, membayangkan kalau dahulu kala, setelah kita sudah baligh, --bahkan sebelum itu-- kita mendengar cerita tentang seorang wanita yang cantik, solehah, pengertian, sabar, lemah-lembut, setia, pinter masak, dewasa, bijaksana, keibuan, sayang sama anak kecil, hormat kepada orang tua, bisa mendidik anak, mandiri, sederhana, enggak boros... Oke stop. 


Cuma penggambaran aja biar gak sepi-sepi amat postnya.

Intinya, wanita ini sempurna.

Dan atas hidayah Allah. Benar saja, setelah bertemu serta berkenalan, ternyata wanita ini memang seperti apa yang orang bilang. Bahkan semakin kita berkenalan, semakin banyak lagi kebaikan yang kita ketahui dari dirinya. 

Dia adalah wanita, yang keindahannya lebih dari seribu wanita lainnya. Seorang wanita, yang setiap langkahnya diiringi oleh beribu-ribu malaikat. Seorang perempuan suci, yang menjaga dirinya dari nafsu dunia yang cuma sementara ini. Seorang wanita, yang bahkan setan pun di mabuk kepayang karenanya.

Kembali lagi, the point is, this woman is really really purfect. 

     Purfect is a purfect of what perfection looks like perfected. The best.
Refference : urbandictionary.com

Dan bagaimanakah kalau aku ceritakan, seandainya --dan atas izin Allah SWT-- bahwa kita berjodoh dengan wanita ini. Iya. Nothing is impossible, my friends. Believe it. Because I do nothing everyday. ha-ha. Oke, kembali ke laptop.

Tetapi sayang, masa-masa bulan madu yang indah dengannya setelah menikah hanya akan berlangsung selama satu bulan saja. iya, cuma satu bulan, entah mengapa. Setelah itu dia berjanji akan kembali lagi tahun depan untuk bertemu kita lagi. Tapi, hei! kita tidak pernah tahu kan apakah kita masih bisa untuk bertemu dengannya lagi tahun depan? Umur itu sebuah misteri, kawan. Bisa saja kita terserempet angkot lalu tersungkur mengenaskan di pinggir jalan atau mungkin kita bisa saja terserang penyakit panu ganas lalu setelah koma tiga bulan di rumah sakit akhirnya kita... pulang. Damned. haha iya nggak lucu. I know.

But yeah, we never know what will happen to us. Even we never really know what is going to happen, do we?

Mengetahui kenyataan ini, apa yang akan kita lakukan? Apakah kita akan menyia-nyiakan waktu yang cuma sebulan itu?

Pada kenyataannya memang iya. 

The end.

.

.

.

.

.

.

.

Iya, saya tahu. Satu hal yang menyebalkan juga bagi saya adalah melihat sebuah cerita dengan ending yang gak jelas; menggantung. Tapi ya memang seperti itulah hidup.

Bahkan akhir dunia ini bukanlah akhir dari segalanya.

Jadi, tenang... Masih ada kehidupan lain setelah ini kok. Bersabarlah.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Mau lebih seru lagi? coba pencet Ctrl + D trus klik Done/Ok !

Berita Terpopuler