Senin, 17 September 2012

Sekilas Tentang Semen

Saya menemukan artikel ini setelah seorang karyawan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan sumur minyak bertanya kepada saya tentang mengapa semen yang dipakai perusahaannya kadang menggumpal sebelum digunakan, tentunya hal ini mempengaruhi hasil dan menghambat proses kerja. Saya jadi ingin tahu apakah semen juga memiliki masa kadaluarsa ataukah mungkin karena penyimpanannya yang kurang baik? semoga artikel ini dapat membantu...
Kebanyakan orang pasti sudah mengenal semen, semen (cement) merupakan paduan bahan baku: batu kapur/gamping (bahan utama) dan tanah liat/lempung atau bahan pengganti lainnya dengan hasil akhir berupa bubuk/bulk. Bahan-bahan baku tersebut dibakar sampai meleleh, sebagian untuk membentuk clinker, kemudian dihancurkan, dan ditambahkan gips (gypsum). Hasilnya dikemas dalam kantong/zak. Sesuai dengan kegunaannya, semen memiliki banyak jenis.
Jenis-jenis Semen:
1. Semen abu atau semen portland adalah bubuk/bulk berwarna abu kebiru-biruan, dibentuk dari bahan utama batu kapur/gamping yang diolah dalam tanur yang bersuhu dan tinggi. Semen ini biasa digunakan sebagai perekat untuk memplester.
2. Semen putih (gray cement) adalah semen yang lebih murni dari semen abu dan digunakan untuk pekerjaan penyelesaian (finishing), sebagai filler atau pengisi. Semen jenis ini dibuat dari bahan utama kalsit (calcite) limestone murni.
3. Oil well cement atau semen sumur minyak adalah semen khusus untuk yang digunakan dalam proses pengeboran minyak bumi atau gas alam di darat atau lepas pantai.
4. Mixed & fly ash cement adalah campuran semen abu dengan Pozzolan buatan (fly ash). Pozzolan buatan (fly ash) merupakan hasil sampingan dari pembakaran batubara. Semen ini digunakan sebagai campuran membuat beton, agar lebih keras.
Tips menyimpan semen:
Bagaimana ciri fisik semen yang masih baik?
Semen yang baik secara fisik/kasat mata, tidak menggumpal. Semen yang telah lama disimpan bisa membentuk lumps yang akan hancur jika diremas dan lama-kelamaan mengeras (grit).
Apakah semen memiliki waktu kedaluarsa dan berapa lama semen bisa disimpan?
Kedaluarsa semen tergantung penyimpanannya. Penyimpanan yang kedap air memungkinkan semen dapat disimpan sampai sekitar 2 tahun.
Bagaimana cara menyimpan semen yang baik?
Penyimpanan semen yang baik adalah di tempat penyimpanan yang jauh dari kelembaban dan (kantong) tidak dapat ditembus (uap) air
Apa saja yang harus diperhatikan di tempat penyimpanan semen?
Jumlah tumpukan tidak melebihi 2 meter dan terlidung dari kelembaban yang tinggi (simpan dalam gudang untuk menghindari hujan). Sebaiknya tidak bersentuhan langsung dengan lantai dan dinding dengan memberi bantalan palet/kayu). Selain itu, tumpuk secara berdekatan untuk mengurangi sirkulasi udara.
sumber dari : http://jakartajive.com/articles/misc/yang-perlu-anda-tahu-tentang-semen

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Mau lebih seru lagi? coba pencet Ctrl + D trus klik Done/Ok !

Berita Terpopuler